Kepada Anak-Anakku Generasi Mendatang

Biarkan ayahmu ini bercerita. Dulu, aku disuruh oleh ketua umumku untuk menyumbang Rp. 200 juta supaya seseorang jadi gubernur yang dia usung. Walaupun berat di popoji, aku sumbangi pula seseorang itu. Bagaimanapun aku adalah anggota DPR RI yang ikut kompak-kompakan untuk menyumbang demi memenangkan sang calon gubernur tadi.

Sudah kusumbang, aku bertanggungjawab pula untuk 50 TPS dalam rangka pemenangan. Setiap TPS diperkirakan waktu itu sampai Rp. 2 juta untuk kegiatan² walapun sederhana. Angka itu menggambarkan betapa kerasnya perjuangan politik saat itu.

Ternyata yang ririungan bukan hanya anggota DPR RI saja. Anggota DPRD Provinsi di seluruh Indonesia dari partaiku juga ikut menyumbang per orang Rp. 20 juta dan bertanggungjawab terhadap 20 TPS masing². Anggota DPRD Kab/Kota seluruh Indonesia dari partaiku menyumbang per orang Rp. 10 juta dan bertanggungjawab terhadap 10 TPS.

Singkat cerita. Menanglah kami saat itu. Lalu kami diperintahkan untuk membela sang Gubernur selama bertahun-tahun.

Sampai suatu waktu, aku merasa kecewa dan terpukul. Gubernur itu bersaing dengan ketua umumku di partai. Biarlah itu tak apa. Tapi aku sangat terpukul ketika demi sebuah jabatan maka si Gubernur itu justru mencari-cari kesalahan ketua umum partaiku.

Dengan cerita ini, aku hanya ingin kau nak… kau mengambil hikmah bahwa:

1. Tahulah berterimakasih di dunia ini.

2. Tidak semua orang yang kau baiki akan berbuat baik kepadamu. 

Start typing and press Enter to search