BEBAN DI PUNDAK

Dia adalah satu-satunya orang di Elnino Center yang segan bercanda dengan saya. Jika saya bercandai, paling lebar dia tersenyum, tidak tertawa.

“Woi… Pe serius ente pe dunia ini… Kalau ketawa itu lepas, jangan ditahan²,” tegur saya.

Seorang seniornya di eLCe menegur saya, lalu memberi info tentang Adnan Miyodu; hidupnya, getirnya, petualangannya, kreatifitasnya, kesabarannya, dll. Dia berjibaku dengan berbagai hal untuk membiayai sendiri kuliahnya.

Ya. Perjuangannya dalam kehidupan ini membuat kita di eLCe menyebutnya sebagai salah satu “mahasiswa petarung” — ini juga salah satu syarat alamiah bergabung di eLCe.

Bagi para mahasiswa di eLCe, menjadi sarjana itu wajib. Bukan karena masa depan pasti cerah — toch masa depan tergantung pada kreatifitas masing², tetapi karena dengan menjadi sarjana, maka ringan sudah beban di pundak.

Sekali lagi, selamat…

ADNAN MIYODU, S.Pd.

Bahagiakan papa dan mamamu yang ingin sekali melihatmu bertoga di hadapan ribuan orang. Juga keluarga besarmu, sahabatmu, para dosenmu. Dan… bahagiakan dirimu yang telah siap mengumbar kreatifitas tingkat tinggi.

Jangan lupa tertawalah. Tertawakanlah dunia ini dan segala isinya. Lalu, jadilah ayah yang baik 😁😀😁😀 (Lho kok).

Start typing and press Enter to search