SAHRUDIN SALEH

Dia memanggil saya Kak. Sama² kami adalah aktifis yang baraba 😁😃. Maka pada Pemilu 2009, kami sama² jadi caleg. Saya caleg ke DPD RI, dia caleg ke DPRD Pohuwato dari partai Golkar. Saat itu kami sempat sama² berkampanye se-panggung. Kami pun sama² berharap dipilih oleh rakyat bukan karena uang.

Hasil Pemilu; saya menang DPD, dia kalah DPRD. Tapi kesimpulan kami sama, bahwa (1) tidak semua orang bisa diduitin saat Pemilu, (2) ada rakyat miskin yang justru tersinggung bila dikasih duit oleh caleg, (3) ada hal² yang tidak tergantikan oleh uang berapa pun.

Sahrudin Saleh lalu menemukan passion-nya dengan jadi PNS. Bagi aktifis keren seperti dia, ini butuh pengorbanan besar. Dia harus meniti karir dari nol, pesuruh dari semua yang ada di kantor. Tapi dia sabar, dia tekun, dia persisten. Yang terakhir itu sulit dibuat orang.

11 tahun lalu (foto ini) Sahrudin Saleh adalah pegawai kecamatan. Sekarang dia adalah camatnya. Asli keren. Kampion.

Satu kebiasannya yang sekarang harus dia ubah adalah mencium tangan saya ketika salaman. 😁😃. Dia skrg sudah camat. Jabatan adat; Wuleya lo Lipu. Sudah tidak boleh begitu lagi. 👍😃👍

Btw, pak camat… ti pak camat ini masih pak camat kan skrg… atau so kadis…?

Start typing and press Enter to search