SENASIB

Sewaktu kuliah, dia orang susah yg kuliah di kampus mahal. Kami sekampus di STT Telkom Bandung. Sy bergaul dengan orang2 “luar masjid”, dia bergaul dengan para “penghuni syurga” — sudah ustadz dari sononya. 😁

Adnan Entengo hampir setiap hari mencari penghasilan tambahan di berbagai kegiatan bisnis. Dia kreatif. Sempat kami berdua menjadi member sebuah perusahaan MLM. Sy gagal di jenis bisnis itu.

Jalan2 taqdir memisahkan kami cukup lama. Kami berjibaku dengan tantangan hidup masing2. Kami berjumpa lagi ketika Pemilu 2004 istri sy jadi caleg “pelengkap” PKS.

Sekarang beliau Ketua PKS, saya Ketua GERINDRA. Perbedaan yg rasanya tidak prinsipil, sebab kami memiliki perspektif yg sama terhadap dunia, karena kami berasal dari kampus yg sama, berasal dari keadaan ekonomi yg sama, berinteraksi dengan masyarakat yg sama, dan hidup di waktu yg sama. Kami senasib… sama2 diuji dengan ketidakberdayaan, sama2 diuji dengan secuil kekuasaan yg juga sama-setara.

Baarakallaahu fiik, ustadz Adnan Entengo. 🙏🙂🙏. Kapan2, ana bakoprol pa antum waa… 😁👍

Start typing and press Enter to search